Tips Sehat – Mengenal Bakteri Escherichia coli atau E. coli: Fakta dan Risiko
Bakteri Escherichia coli atau yang lebih dikenal dengan E. coli adalah mikroorganisme yang sering dikaitkan dengan keracunan makanan dan gangguan pencernaan. Padahal, tidak semua E. coli berbahaya. Sebagian jenisnya justru hidup secara alami di dalam usus manusia dan berperan penting dalam menjaga keseimbangan sistem pencernaan. Namun, beberapa strain E. coli tertentu dapat menimbulkan penyakit serius jika masuk ke dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Apa Itu Bakteri E. coli?
E. coli adalah bakteri yang umumnya hidup di usus manusia dan hewan berdarah panas. Dalam kondisi normal, E. coli “baik” membantu proses pencernaan dan produksi vitamin K. Masalah muncul ketika jenis E. coli yang bersifat patogen, seperti E. coli O157:H7, masuk ke dalam tubuh. Jenis ini dapat menghasilkan racun berbahaya yang memicu gangguan kesehatan.
Sumber Penularan E. coli
Penularan E. coli biasanya terjadi melalui konsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis. Beberapa sumber umum meliputi daging yang dimasak setengah matang, susu atau jus yang tidak dipasteurisasi, sayuran mentah yang tercemar, serta air minum yang tidak bersih. Kontaminasi juga bisa terjadi akibat kebersihan tangan yang buruk setelah menggunakan toilet atau kontak dengan hewan.
Gejala Infeksi E. coli
Gejala infeksi E. coli dapat muncul dalam 1–4 hari setelah terpapar. Keluhan yang sering dialami antara lain diare, sakit perut, mual, muntah, dan demam ringan. Pada kasus tertentu, diare bisa bercampur darah. Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi berat dapat menyebabkan dehidrasi parah hingga komplikasi serius seperti gagal ginjal, terutama pada anak-anak dan lansia.
Siapa yang Berisiko Tinggi?
Kelompok yang paling rentan terhadap infeksi E. coli adalah bayi, anak kecil, lansia, ibu hamil, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah. Pada kelompok ini, infeksi E. coli berpotensi menimbulkan komplikasi yang lebih berbahaya sehingga perlu penanganan medis lebih cepat.
Cara Pencegahan yang Efektif
Pencegahan infeksi E. coli dapat dilakukan dengan langkah sederhana namun konsisten, seperti:
-
Memasak daging hingga benar-benar matang
-
Mencuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet
-
Membersihkan buah dan sayur dengan air mengalir
-
Menghindari konsumsi susu atau minuman yang tidak dipasteurisasi
-
Menjaga kebersihan peralatan dapur
Bakteri Escherichia coli atau E. coli tidak selalu berbahaya, tetapi jenis tertentu dapat menyebabkan penyakit serius jika masuk ke dalam tubuh. Dengan mengenali sumber penularan, gejala, serta cara pencegahannya, risiko infeksi E. coli dapat ditekan secara signifikan. Menjaga kebersihan diri dan keamanan makanan adalah kunci utama untuk melindungi kesehatan diri dan keluarga dari ancaman bakteri ini.
Baca Juga : Penyebab Pecah Pembuluh Darah Mata yang Perlu Diwaspadai




