Mengapa Bibir Bisa Gatal Setelah Makan Jeruk? Ini Penjelasan Medisnya

Spread the love

Tips Sehat – Mengapa Bibir Bisa Gatal Setelah Makan Jeruk? Ini Penjelasan Medisnya

Banyak orang suka menikmati segarnya jeruk karena rasanya yang manis dan asam serta kandungan vitamin C yang tinggi. Namun, tak sedikit pula yang mengalami sensasi bibir terasa gatal, perih, bahkan sedikit bengkak setelah memakannya. Apakah hal ini berbahaya? Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

1. Reaksi Alergi Ringan terhadap Buah Jeruk

Salah satu alasan paling umum mengapa bibir terasa gatal setelah makan jeruk adalah karena reaksi alergi ringan. Buah jeruk mengandung protein tertentu yang bisa mirip dengan serbuk sari pada tanaman. Bagi sebagian orang yang memiliki alergi serbuk sari atau sistem imun yang sensitif, tubuh bisa menganggap protein tersebut sebagai ancaman dan memunculkan reaksi seperti gatal, kesemutan, atau bengkak di bibir dan mulut.

Kondisi ini dikenal sebagai Oral Allergy Syndrome (OAS). Biasanya, gejala ini ringan dan hilang sendiri setelah beberapa saat, tetapi tetap perlu diperhatikan jika sering terjadi.

2. Kandungan Asam yang Tinggi

Jeruk memiliki kadar asam sitrat yang cukup tinggi. Pada orang dengan kulit bibir sensitif atau memiliki luka kecil di area mulut, asam ini dapat menyebabkan iritasi ringan yang menimbulkan rasa gatal atau perih. Ini bukan reaksi alergi, melainkan efek langsung dari sifat asam jeruk terhadap jaringan kulit yang tipis.

Untuk mengatasinya, hindari makan jeruk dalam kondisi perut kosong dan usahakan minum air putih setelahnya untuk menetralkan kadar asam di mulut.

3. Efek dari Kulit Jeruk dan Pestisida

Kadang rasa gatal bukan disebabkan daging buahnya, melainkan zat kimia pada kulit jeruk. Jeruk yang tidak dicuci bersih bisa mengandung sisa pestisida atau lilin pelindung yang menempel pada kulit buah. Saat kulit jeruk dikupas, zat tersebut bisa berpindah ke bibir dan menyebabkan reaksi iritasi kontak.

Cuci jeruk dengan air mengalir atau lap dengan kain lembap sebelum dikupas agar lebih aman.

4. Kapan Harus ke Dokter?

Jika gatal pada bibir disertai pembengkakan parah, ruam di wajah, sulit bernapas, atau tenggorokan terasa tertutup, segera cari pertolongan medis. Ini bisa menjadi tanda alergi berat (anafilaksis) yang memerlukan penanganan segera.

5. Kesimpulan

Bibir gatal setelah makan jeruk umumnya tidak berbahaya, tetapi bisa menjadi tanda bahwa tubuh kamu sensitif terhadap asam atau protein tertentu dalam buah tersebut. Untuk mencegahnya, konsumsi jeruk dalam porsi wajar, pastikan buah dalam keadaan bersih, dan perhatikan reaksi tubuhmu. Segar boleh, tapi tetap bijak menikmati! 🍊

Baca Juga : 6 Kebiasaan Buruk yang Bisa Jadi Penyebab Radang Sendi

Related Posts

CKG: Langkah Preventif untuk Masyarakat Indonesia

Spread the love

Spread the loveTips Sehat – CKG: Langkah Preventif Penting untuk Masyarakat Indonesia yang Lebih Sehat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintah. Dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Di tengah meningkatnya…

Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung

Spread the love

Spread the loveTips Sehat – Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung Sakit punggung kerap di anggap masalah otot biasa akibat kelelahan, posisi duduk yang salah, atau aktivitas fisik berlebihan.…

You Missed

CKG: Langkah Preventif untuk Masyarakat Indonesia

CKG: Langkah Preventif untuk Masyarakat Indonesia

Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung

Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung

Makanan yang Mengandung Mikroplastik: Ancaman Tak Terlihat di Meja Makan

Makanan yang Mengandung Mikroplastik: Ancaman Tak Terlihat di Meja Makan

Penyakit Gusi Bisa Ancam Jantung: Waspadai Hubungan yang Sering Diabaikan

Penyakit Gusi Bisa Ancam Jantung: Waspadai Hubungan yang Sering Diabaikan

Penyebab Air Kencing Berbusa yang Perlu Diketahui dan Diwaspadai

Penyebab Air Kencing Berbusa yang Perlu Diketahui dan Diwaspadai

Mengenal Bakteri Escherichia coli atau E. coli: Fakta dan Risiko

Mengenal Bakteri Escherichia coli atau E. coli: Fakta dan Risiko