Bahaya Makanan Berjamur: Waspadai Racun Tersembunyi Pemicu Kanker

Spread the love

Tips Sehat – Bahaya Makanan Berjamur: Waspadai Racun Tersembunyi Pemicu Kanker

Pernahkah kamu tergoda untuk tetap memakan roti atau kacang yang sedikit berjamur karena sayang dibuang? Hati-hati, kebiasaan itu bisa membahayakan kesehatanmu. Menurut para ahli gizi, bahaya makanan berjamur bukan sekadar soal rasa atau tampilan, tetapi juga karena adanya racun berbahaya bernama mikotoksin yang dapat menyebabkan penyakit serius, termasuk kanker hati.

Jamur Tidak Hanya Tumbuh di Permukaan Makanan

Banyak orang salah paham bahwa jamur hanya tumbuh di bagian luar makanan. Padahal, akar jamur yang disebut hyphae dapat menyebar jauh ke dalam bahan makanan, terutama pada roti, kacang, keju, atau buah. Artinya, meskipun kamu memotong bagian yang berjamur, racun tetap bisa tersebar di seluruh bagian makanan.
Dokter gizi menegaskan, sekali makanan terkontaminasi jamur, sebaiknya dibuang seluruhnya, karena racun mikotoksin sulit dihilangkan bahkan dengan pemanasan.

Mikotoksin, Zat Pemicu Kanker yang Tak Kasat Mata

Racun mikotoksin — terutama jenis aflatoksin — sering ditemukan pada kacang tanah, jagung, biji-bijian, dan rempah kering. Zat ini tergolong karsinogenik tinggi menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), artinya dapat memicu pertumbuhan sel kanker, terutama kanker hati.
Paparan aflatoksin dalam jumlah kecil namun terus-menerus dapat merusak hati, menurunkan daya tahan tubuh, dan mengganggu sistem pencernaan.

Ciri-Ciri Makanan yang Sudah Tak Layak Konsumsi

Kamu perlu waspada jika menemukan tanda-tanda berikut pada makanan: muncul bercak hijau, hitam, atau putih berbulu; bau asam atau menyengat; dan tekstur lembek. Meski terlihat sedikit, bahaya makanan berjamur tetap tinggi karena racunnya tidak selalu terlihat mata. Jangan menunggu sampai parah, lebih baik segera buang makanan yang mencurigakan.

Cara Mencegah Bahaya Makanan Berjamur di Rumah

Untuk mencegah risiko, simpan bahan makanan di tempat kering dan sejuk, hindari paparan udara lembap, serta gunakan wadah kedap udara. Perhatikan juga tanggal kedaluwarsa produk.
Ingat, makanan penyebab kanker tak selalu berasal dari bahan kimia, bisa juga dari jamur yang tumbuh di makanan sehari-hari. Jadi, jangan ragu membuang makanan berjamur — karena kesehatan jauh lebih berharga daripada sepotong roti atau kacang yang sudah rusak.

Baca Juga : Cegah Asma dengan Konsumsi Ikan: Rahasia Nafas Lega

Related Posts

CKG: Langkah Preventif untuk Masyarakat Indonesia

Spread the love

Spread the loveTips Sehat – CKG: Langkah Preventif Penting untuk Masyarakat Indonesia yang Lebih Sehat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintah. Dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Di tengah meningkatnya…

Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung

Spread the love

Spread the loveTips Sehat – Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung Sakit punggung kerap di anggap masalah otot biasa akibat kelelahan, posisi duduk yang salah, atau aktivitas fisik berlebihan.…

You Missed

CKG: Langkah Preventif untuk Masyarakat Indonesia

CKG: Langkah Preventif untuk Masyarakat Indonesia

Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung

Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung

Makanan yang Mengandung Mikroplastik: Ancaman Tak Terlihat di Meja Makan

Makanan yang Mengandung Mikroplastik: Ancaman Tak Terlihat di Meja Makan

Penyakit Gusi Bisa Ancam Jantung: Waspadai Hubungan yang Sering Diabaikan

Penyakit Gusi Bisa Ancam Jantung: Waspadai Hubungan yang Sering Diabaikan

Penyebab Air Kencing Berbusa yang Perlu Diketahui dan Diwaspadai

Penyebab Air Kencing Berbusa yang Perlu Diketahui dan Diwaspadai

Mengenal Bakteri Escherichia coli atau E. coli: Fakta dan Risiko

Mengenal Bakteri Escherichia coli atau E. coli: Fakta dan Risiko