Bahaya Jika Seseorang Kelebihan dan Kekurangan Garam

Spread the love

Tips Sehat – Bahaya Jika Seseorang Kelebihan dan Kekurangan Garam

Garam, Bukan Sekadar Penyedap Rasa

Garam adalah bahan dapur yang hampir tidak pernah absen dari setiap hidangan. Rasa asin yang dihasilkan membuat makanan terasa lebih lezat dan menggugah selera. Namun, di balik fungsinya sebagai penyedap rasa, garam memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh, fungsi saraf, serta kontraksi otot. Kandungan utama garam, yaitu natrium dan klorida, berperan vital bagi kesehatan. Meski begitu, jumlah asupan garam yang tidak seimbang — baik berlebihan maupun kekurangan — bisa menimbulkan dampak serius bagi tubuh.

 

Bahaya Jika Terlalu Banyak Konsumsi Garam

Kelebihan garam menjadi masalah yang cukup umum di masyarakat modern. Pola makan cepat saji dan makanan kemasan sering kali mengandung kadar garam yang tinggi. Ketika tubuh menerima natrium terlalu banyak, maka volume darah meningkat karena air akan tertahan di dalam tubuh. Akibatnya, tekanan darah naik, dan risiko penyakit hipertensi, stroke, serta gangguan jantung meningkat tajam.
Selain itu, terlalu banyak garam juga bisa mengganggu fungsi ginjal karena organ ini harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan natrium. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memicu pembentukan batu ginjal hingga gagal ginjal kronis. Kulit yang mudah bengkak dan rasa haus berlebihan juga menjadi tanda bahwa asupan garam sudah melampaui batas normal.

Dampak Kekurangan Garam yang Tak Boleh Diremehkan

Sebaliknya, kekurangan garam juga dapat membahayakan tubuh. Kondisi ini disebut hiponatremia, yaitu ketika kadar natrium dalam darah turun terlalu rendah. Gejalanya bisa berupa kelelahan ekstrem, pusing, mual, otot kram, hingga kebingungan mental. Dalam kasus berat, kekurangan garam bisa menyebabkan kejang bahkan koma. Hal ini sering terjadi pada orang yang berkeringat berlebihan tanpa menggantikan cairan elektrolit yang hilang, seperti atlet atau pekerja fisik berat.

Kebutuhan Garam Harian yang Ideal

Menurut anjuran WHO (World Health Organization), batas aman konsumsi garam adalah maksimal 5 gram per hari atau setara dengan satu sendok teh. Jumlah ini sudah mencakup garam yang berasal dari makanan olahan maupun tambahan di meja makan. Untuk menjaga keseimbangan, biasakan membaca label gizi pada produk makanan dan kurangi konsumsi makanan cepat saji serta camilan tinggi natrium.Keseimbangan Adalah Kunci

Garam memang dibutuhkan tubuh, tetapi dalam jumlah yang tepat. Terlalu sedikit bisa membuat tubuh lemah, sementara terlalu banyak dapat merusak organ vital. Dengan pola makan seimbang, cukup minum air putih, dan memperhatikan kadar garam dalam makanan, kamu dapat menjaga kesehatan tubuh tetap optimal tanpa mengorbankan cita rasa.

Baca Juga : Manfaat Makan Coklat Putih: Lezat, Lembut, dan Penuh Kebaikan untuk Tubuh

 

Related Posts

CKG: Langkah Preventif untuk Masyarakat Indonesia

Spread the love

Spread the loveTips Sehat – CKG: Langkah Preventif Penting untuk Masyarakat Indonesia yang Lebih Sehat Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menjadi salah satu inisiatif strategis pemerintah. Dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia. Di tengah meningkatnya…

Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung

Spread the love

Spread the loveTips Sehat – Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung Sakit punggung kerap di anggap masalah otot biasa akibat kelelahan, posisi duduk yang salah, atau aktivitas fisik berlebihan.…

You Missed

CKG: Langkah Preventif untuk Masyarakat Indonesia

CKG: Langkah Preventif untuk Masyarakat Indonesia

Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung

Sakit Jantung dan Ginjal: Perbedaan Gejala Sakit Punggung

Makanan yang Mengandung Mikroplastik: Ancaman Tak Terlihat di Meja Makan

Makanan yang Mengandung Mikroplastik: Ancaman Tak Terlihat di Meja Makan

Penyakit Gusi Bisa Ancam Jantung: Waspadai Hubungan yang Sering Diabaikan

Penyakit Gusi Bisa Ancam Jantung: Waspadai Hubungan yang Sering Diabaikan

Penyebab Air Kencing Berbusa yang Perlu Diketahui dan Diwaspadai

Penyebab Air Kencing Berbusa yang Perlu Diketahui dan Diwaspadai

Mengenal Bakteri Escherichia coli atau E. coli: Fakta dan Risiko

Mengenal Bakteri Escherichia coli atau E. coli: Fakta dan Risiko